Ada Sepeda Klasik hingga Sepeda Listrik di  Bazaar Sepeda di Mangga 2 Square

Ada Sepeda Klasik hingga Sepeda Listrik di Bazaar Sepeda di Mangga 2 Square

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Aktivitas bersepeda kembali digemari masyarakat selama masa pandemi Covid-19 ini.

Keinginan untuk hidup sehat dan meningkatkan kebugaran membuat sebagian masyarakat kembali melirik olahraga ini.

Sejak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dilonggarkan pada Juni lalu, komunitas-komunitas sepeda kembali antusias melakukan gowes bersama.

Tren ini membuat permintaan akan sepeda kembali naik. Penjualan  sepeda di beberapa toko sepeda, baik online maupun offline, pun mengalami peningkatan.

“Selama masa PSBB, penjualan sepeda di outlet mengalami penurunan drastis. Lalu, kita masuk ke online. Ternyata bagus,” kata Dedy Setiawanpemilik toko sepeda Bike Addict di Mangga 2 Square kepada Warta Kota, Sabtu (22/8/2020).

Menurut dia, penjualan online mulai naik sejak Juni lalu. Banyak orang mencari sepeda dan berasal dari berbagai kalangan.

tribunnews
Martin Sentosa, CEO Jarvis E-Bike, berfoto di stand Jarvis di Mangga 2 Square, Sabtu (22/8/2020). (Warta Kota/Hironimus Rama)

Untuk memanfaatkan momentum naiknya tren bersepeda ini, Dedy bersama teman-teman pedagang sepeda mengikuti Bazaar Sepeda yang digelar Mangga 2 Square pada 22-23 Agustus 2020.

“Kami menawarkan sepeda Sultan dari beberapa merek lokal seperti Element, Dahon, United. Peminatnya cukup banyak. Tak hanya dari Jakarta tetapi juga dari luar daerah,” ujar Dedy

Sepeda yang ditawarkan Dedy dan teman-temannya juga relatif terjangkau bagi masyarakat di Tanah Air.

“Harga mulai dari Rp 3 jutaan hingga Rp 10 jutaan, tergantung tipe,” tambahnya.

Sejauh ini, sepeda lokal yang ditawarkan di bazaar ini banyak diminati. Selain harga relatif terjangkau, modelnya juga sudah mengikuti sepeda-sepeda impor.

tribunnews
Fajar Shidiq berfoto di lapak jualannya di Mangga 2 Square, Sabtu (22/8/2020). (Warta Kota/Hironimus Rama)

Dia menjelaskan tren sepeda yang banyak dicari saat ini adalah sepeda lipat.

“Sepeda lipat ini simple dan tidak ribet. Selain itu mudah dibawa ke mana-mana, baik di mobil maupun kereta api,” imbuhnya.

Sepeda listrik
Selain sepeda Sultan, bazaar sepeda di Mangga 2 Square juga menghadirkan pedagang sepeda elektrik.

Ada beberapa brand sepeda listrik yang ditawarkan di event ini. Salah satunya Jarvis E-Bike.

Martin Sentosa, CEO Jarvis E-Bike, mengaku tertarik ikut pameran karena ini secara khusus menawarkan sepeda.

“Kita kan pemain sepeda listrik pendatang baru di Indonesia. Kita ingin dikenal semua kalangan,” ungkapnya.

Jarvis merupakan brand sepeda listrik lokal. Meskipun demikian, komponennya masih didatangkan dari China. Perakitan dilakukan di Indonesia.

tribunnews
Suasana Bazaar Sepeda di Mangga 2 Square, Sabtu (22/8/2020). (Warta Kota/Hironimus Rama)

“Kita baru berdiri sejak Agustus 2019. Hingga kini sudah ada 22 main dealer di Indonesia dengan tempat penjualan tersebar di 109 outlet,” papar Martin.

Selain menjual sepeda listrik, main dealer Jarvis juga menyediakan suku cadang dan servis.

“Penjualan kita cukup bagus, rata-rata 400-500 unit per bulan. Selama pandemi hanya drop Maret, bulanJuli naik lagi,” imbuhnya.

Sepeda listrik Jarvis terdiri dari 2 model yaitu tipe sepeda dan tipe motor. Perbedaan antara keduanya hanya pada baterai yaitu 3 baterai untuk tipe sepeda dan 4 untuk tipe motor.

“Tipe sepeda bisa menjangkau jarak 30 km sekali isi (charge), tipe motor bisa 40 km,” ujar Martin.

Baterai untuk sepeda ini masih tipe SLA sehingga membutuhkan waktu 6 jam untuk pengisian awal. Hal ini berbeda dengan tipe lithium yang hanya butuh waktu 2 jam.

Selain operasionalnya mudah, keunggulan lain sepeda listrik ini adalah tidak ribet dalam perawatan.

tribunnews
Suasana Bazaar Sepeda di Mangga 2 Square, Sabtu (22/8/2020). (Warta Kota/Hironimus Rama)

“Kita tiidak perlu antri isi bensin. Kalau baterai habis, segera diisi lagi. Baterai jangan sampai kosong banget, kalau tinggal 1 bar, langsung diisi,” jelas Martin.

Sepeda klasik
Model sepeda lain yang dihadirkan dalam Bazaar Sepeda di Mangga 2 Square adalah sepeda klasik.

Fajar Shidiq, pedagang sepeda klasik, membawa berbagai jenis sepeda vintage dan minion dalam pameran ini.

Fajar sendiri menekuni sepeda sejak 2010 dan tertarik dengan sepeda Minion sejak 2014.

“Aku lebih suka yang anti mainstream. Yang lain suka sepeda bagus, aku suka yang vintage/klasik,” ungkapnya.

Dia membuka workshop sepeda di Pademangan dan Kemayoran untuk merakit, reparasi dan jual beli sepeda.

“Penggemar sepeda klasik ini banyak banget. Mungkin karena ingin sesuatu yang unik dan beda,” katanya.

Untuk harga, sepeda klasik ini tidak beda dengan sepeda Sultan dengan banderol mulai dari Rp 2 juta sampai Rp 10 juta.

“Kita berharap pameran ini bisa meningkatkan penjualan. Apalagi momennya pas saat lagi booming sepedaan,” pungkasnya. (*)



Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Ada Sepeda Klasik hingga Sepeda Listrik di  Bazaar Sepeda di Mangga 2 Square  , https://wartakota.tribunnews.com/2020/08/23/ada-sepeda-klasik-hingga-sepeda-listrik-di-bazaar-sepeda-di-mangga-2-square?page=4.
Penulis: Hironimus Rama
Editor: Ichwan Chasani

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp chat